Jelang Pilpres 2019, Tim Jokowi Rapatkan Barisan!

Jelang Pilpres 2019, Tim Jokowi Rapatkan Barisan! Salah satu ketum dari sebuah partai besar (Golkar) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pencapresan Presiden Jokowi pada pemilu presiden 2019 sudah final. Sebab itu, Partai Golongan Karya tidak membuka topik mengenai pencapresan wapres yang juga merupakan mantan ketum Partai Golkar, Jusuf Kalla.

Pilpres 2019

Pilpres 2019

Sebagaimana yang dibicarakan oleh partai Demokrat. “Saat ini kami belum memutuskan untuk maju di Pilpres 2019 sebagai capres,” kata Airlangga setelah bertemu ketum PPP Muhammad Romahurmuziy, di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta. “Kami sedang berkomunikasi dengan Pak Presiden, dan beberapa hari yang lalu kami berkumpul dengan Pak Jusuf Kalla. Kiat-kiat ini dilakukan demi lancarnya perjalan partai. Hal seperti itu juga ditanyakan (rencana partai Golkar usung Jusuf Kalla), kelihatannya belum ada,” ujarnya.

Kendati demikian, Partai Golongan Karya belum berencana mengusung Jusuf Kalla sebagai calon presiden 2019. “Calon presiden bagi kami sudah fix. Pak Jokowi,” ujarnya. Sebelumnya ketum Partai Demokrat Pak SBY berjumpa bersama Pak JK di rumah Pak SBY di Kuningan, Jakarta.

Siapakah yang Akan Didukung Partai Golkar Pada Pilpres 2019?

Sedangkan di lain tempat, Hinca Panjaitan berharap, pertemuan antara Pak SBY dengan Pak Jusuf Kalla bisa melahirkan sebuah koalisi antara partai Demokrat dan Golkar di ajang Pilpres 2019. Menurutnya, koalisi Golkar dan Demokrat masih bisa menjadi pilihan poros ketiga. Diluar koalisi PDI Perjuangan – Gerindra. “Jika PDI-Perjuangan sekarang sudah ada koalisinya. Begitu juga dengan partai Gerindra. Maka diharapkan pertemuan itu melahirkan wacana koalisi alternatif Partai Golkar dan Demokrat,” kata Hinca.

Baca juga : http://jaskiat.com/hasil-survei-lsi-pilkada-bondowoso/

Ketum Partai Golkar juga menemui Ketum PPP Romahurmuziy di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta. Airlangga menuturkan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk merapatkan barisan mendukung capres Jokowi pada Pilpres 2019. “Di antara ketua umum partai lainnya kami juga mencoba menjalin sebuah komunikasi.

Dari hasil Pilkada 2018 ini, partai Golkar tetap konsisten untuk mendukung Jokowi. Dia mengatakan silaturahmi dengan PPP penting dilakukan setelah hasil quick count sejumlah lembaga survei diterbitkan. Hal ini berguna untuk menempatkan modal politik yang didapat PPP dan Golkar dari kemenangan di sejumlah daerah agar digunakan dalam rangka memenangkan capres Jokowi pada Pilpres 2019.