Pusar Menonjol, Ciri Gejala Sakit Hernia Umbilikalis

Pusar Menonjol, Ciri Gejala Sakit Hernia UmbilikalisHernia umbilikalis adalah gejala usus yang keluar melalui pusar. Dapat diamati ditandai dengan timbulnya tonjolan di pusar. Biasanya yang mengalami adalah bayi meskipun orang dewasa juga berpotensi mengalami. Pada bayi tonjolan ini tidak dapat diamati jika bayi berdiam diri atau saat posisi tidur. Berbeda jika sedang tertawa, batuk, dan sebagainya tonjolan akan tampak. Penyakit ini tidaklah terlalu berbahaya bagi bayi. Namun bagi orang dewasa, gejala ini cukup sakit.

Dilansir dari alodokter.com, jika kamu mengalami hernia umbukalis segeralah konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Apalgi jika kondisi memburuk seperti tonjolan pada perut tersebt semakin membesar dan warnanya berubah. Pada bayo juga perlu dibawa ke dokter jika bayi merasa kesakitan hingga muntah-muntah. Artinya hernia umbilikalis adalah kelainan yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Meksipun tidak terlalu berbahaya, tetaplah harus mendapatkan pengananan yang tepat untuk mencegah hal-hal lain yang tidak diinginkan. Berikut adalah informasi lebih lengkap tentang hernia umbilikalis.

hernia umbilikalis adalah
hernia umbilikalis adalah

Mommiesdaily.com

1. Kenali Faktor Penyebabnya

Kelainan ini terjadi karena saat bayi lahir, lubang bekas tali pusar gagal ditutup oleh otot perut, sehingga timbul tonjolan di pusar. Bayi dengan lahir prematur maupun bayi yang lahir dengan berat badan rendah adalah yang paling sering mengalami hernia umbilikalis. Terjadinya hernia umbilikalis dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan. Oksigen dan makanan bayi didapatkan hanya melalui tali pusar yang lewat dari lubang kecil di otot perut. Saat setelah lahir, lubang yang seharusnya menutup dengan sendirinya ini tidak menutup semestinya. Hal itu terjadi karena otot perut tidak kembali seperti sedia kala dan terjadilah tonjolan. Sehingga usus muncul ke permukaan.

Namun orang dewasa juga bisa terkena ini, faktor yang menyebabkan adalah biasanya terjadi setelah bekas operasi di sekitar perut, batuk kronis, penumpukan cairan di perut, kelebihan berat badan, dan kehamilan.

2. Pengobatan Hernia Umbilikalis

Meskipun dalam beberapa kasus penyakit ini sembuh dengan sendirinya pada bayi setelah berusia kurang lebih dua tahun. Namun jika tidak kunjung hilang benjolan, tindakan yang paling tepat adalah dengan mengoperasinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan bedah adalah jika benjolan sangat sakit, benjolan tidak kunjung hilang di atas dua tahun, benjolan membesar hingga 1,5 centimeter, dan hernia yang terjadi dapat mengakibatkan obstruksi usus atau gerakan usus yang terhambat. Dengan melakukan operasi, hernia dapat dimasukkan kembali ke rongga perut sesuai posisi asalnya. Operasi sangat bermanfaat untuk mencegah komplikasi jika tonjolan semakin membesar.

3. Tetap Waspada

Hernia umbilikalis dengan melakukan operasi dapat mudah diatasi. Tonjolan yang keluar, didorong kembali dan ditempat di posisi semuala. Sekaligus operasi ditempuh untuk memperbaiki otot area perut agar tidak dan tidak ada tonjolan lagi dikemudian hari. Yang perlu diwaspadai dari penyakit hernia umbilikalis adalah jika kamu tahu gejala ini ada di anak kamu misalnya, jangan buru-buru panik. Lakukanlah penanganan yang tepat dengan mengingat kembali sejak kapan pastinya anak kamu mengalami. Jika di bawah dua tahun, sebaiknya tidak terlalu merisaukan. Karena diambil tindakan, justru akan membawa dampak-dampak lain yang merugikan tubuh. Tapi jika lebih dari 4 tahun, segeralah ambil tindakan dengan menghubungi dokter. Kalau orang dewasa ang mengalami, langkah yang tepat tentu adalah operasi atas rekomendasi dokter. Karena tidak seperti bayi, kemungkinan besar pkelainan ini tidak akan hilang dengan sendirinya.

Sekarang setelah membaca artikel ini pasti kamu lebih paham tentang bagaimana kelainan hernia umbilikalis, faktor penyebabnya, dan cara menanganinya. Sekian artikel ini sampai di sini, jaga selalu kesehatan kamu, dan orang-orang yang kamu sayangi ya

Sumber: Hallosehat.com